Berkunjung ke Rumah Charlie Chaplin di Switzerland

Mengenal Chaplin di 25 Tahun Terakhir Hidupnya menjadi pengalaman sangat berharga. Cara Chaplin memandang komedi getir kehidupan dengan tawa senyap telah menyentuh dan memulihkan banyak hati. Awal Desember 2017, atas undangan Jungfrau Railway, redaktur feature femina Naomi Jayalaksana mendapat kesempatan mengenal sisi pribadi komedian humanis itu di seperempat babak terakhir hidupnya di Manoir de Ban, tempat kediamannya di kota Vevey, Swiss.

Alissa Wahid: Membesarkan Generasi Toleran, Orang Tua Harus Pegang Tongkat Komando!

“Sebab, lebih mudah membenci daripada berdamai.Karena saat membenci, kita sedang merasa superior. Kita menganggap orang lain lebih rendah dari kita. Sementara untuk berdamai, orang perlu berjiwa besar, karena kita perlu saling memberi. Ini yang berat,” ujar Alissa Wahid, Direktur Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia. Namun, perdamaian tanpa keadilan hanyalah ilusi. Kata-kata ini juga yang kerap diucapkan oleh Gus Dur, ayah Alissa. Artinya, di dalam perdamaian, tidak bisa salah satu pihak mengatakan saya yang menang, karena saya mayoritas. Harus ada keadilan. “Pemahaman di tingkat ini tidak bisa datang dengan sendirinya. Harus dikuatkan dan diajarkan, terutama di lingkungan keluarga,” tegas Alissa.

Akses Kesempatan Wanita di Dunia Kerja Indonesia Masih Payah

Menurut laporan UN Women, dari 1.800 perusahaan di dunia yang menandatangani 7 Prinsip Pemberdayaan Ekonomi Perempuan baru 10 perusahaan saja di Indonesia yang melakukannya. Lebih lanjut, hasil studi terkini yang dilakukan oleh Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) dan UN Women mengungkap bahwa baru 4% saja dari 37 perusahaan di Indonesia yang secara aktif mengusahakan kesetaraan pendapatan antara karyawan wanita dan laki-laki.

Aksi Nyata Untuk Selamatkan Anak Indonesia

“Ketika bicara tentang anak dan pemuda, biasanya kita menyebut mereka sebagai generasi penerus bangsa, pemimpin masa depan. Tapi, bagi kami di PLAN, mereka adalah pemimpin masa kini, calon-calon pemimpin di masa depan, juga pemimpin untuk teman-temannya,” ungkap Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia di kesempatan yang sama. Apabila anak-anak dan pemuda mendapat kesempatan dan peluang yang cukup, maka dalam skala dan konteksnya masing-masing, mereka merupakan pemimpin. Butuh usaha serius, kolaborasi dari berbagai pihak, dan upaya yang berkesinambungan untuk bisa terus mendorong agar generasi penerus bangsa ini bisa memaksimalkan potensi mereka sebagai pemimpin.

Ramai PHK Buruh, Dampak Langsung Perkembangan Ekonomi Digital?

Otomatisasi, robot, kecerdasan buatan, dan internet of things mewakili era Industry 4.0, yang oleh World Economic Forum dinamai sebagai Revolusi Industri ke-4. Pemerintah Indonesia menyambut perubahan ini dengan penuh semangat sebagai Ekonomi Digital. Dalam laporan World Economic Forum, Future of Jobs, peralihan teknologi kali ini akan melahirkan 2,1 juta lapangan kerja, akan tetapi juga akan menghilangkan 7,1 juta yang lama.

Survei Membuktikan: Wanita Muslim Indonesia Moderat dan Toleran

“80.7% wanita muslim di Indonesia mendukung hak kebebasan menjalankan ajaran agama dan atau keyakinan. Sebanyak 80,8% tidak bersedia radikal,” ungkap Yenny Wahid, Direktur Wahid Foundation, saat menyampaikan hasil Survei Nasional Potensi Toleransi Sosial Keagamaan di Kalangan Perempuan Muslim di Indonesia, beberapa waktu lalu (29/01) di Jakarta. Hasil survei tersebut sekaligus membuktikan peran vital wanita muslim Indonesia sebagai agen perdamaian dan dalam menghadang upaya radikalisme, yang berpotensi meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Ingin Lebih Hemat? Coba Dompet Digital untuk Mengerem Pengeluaran Anda

Nyaris separuh (49%) masyarakat Indonesia memfokuskan tujuan keuangannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk mencapai tujuannya ini, masyarakat menyisihkan uang mereka untuk ditabung (75,25%), dan menyusun rencana keuangan (42,13%). Perencana keuangan Prita Ghozie melihat gejala yang mengkhawatirkan dari pola konsumsi “experience buying” generasi millennial. Apalagi ketika akun media sosial berubah menjadi etalase pencintraan diri yang terkadang jauh dari kenyataan hidup sehari-hari.

Ini Pentingnya Ruang Laktasi Bagi Ibu Pekerja

80% ibu menyusui di Indonesia tidak bisa maksimal memberikan air susu. Pasalnya, data Kementerian Kesehatan RI (2017) mengungkap bahwa baru 64,8% perkantoran di Indonesia yang menyediakan ruang laktasi untuk mendukung program ASI eksklusif. Padahal, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama di kehidupan seorang anak memberikan manfaat seumur hidup, di antaranya imunitas tubuh yang kuat dan perlindungan terhadap infeksi. “Ketiadaan ruang laktasi layak membuat karyawan wanita terpaksa memerah ASI di kamar mandi, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi air susu dengan kuman karena tidak higienis. Ruang laktasi yang ada pun seringkali hanya menggunakan ruang seadanya yang tidak layak,” ungkap Nur Aini, Koordinator Divisi Advokasi SINDIKASI ( Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi), di Festival Work Life Balance, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Mari Merayakan Keberagaman

Mulai dari membuat tato hingga mengenakan cadar, keputusan seseorang yang sebetulnya sangat personal, bisa menjadi sumber stigma. Begitulah, sekarang ini orang mudah sekali berprasangka dan menilai pribadi atau suatu kelompok hanya berdasarkan stereotip yang belum,bahkan tidak teruji kebenarannya. Tanpa sadar hal ini menggiring orang untuk berpikir dan bertindakdiskriminatif terhadap sesama. Perbedaan menjadi sebuah ancaman, keberagaman tidak lagi menjadi kekayaan yang harusnya dirayakan.

Pekerja Media & Kreatif Rentan Depresi

WHO mencatat bahwa 1 dari 7 orang mengalami gangguan kesehatan jiwa di tempat kerja. Terutama di era ekonomi digital, di mana sekat waktu dan ruang tidak lagi nyata. Waktu bekerja bisa semakin panjang, kapanpun di manapun, sehingga tidak ada lagi ruang pribadi. Tekanan ini terutama dirasakan oleh mereka yang bekerja di dunia media dan industri kreatif. Hasil studi Badan Ekonomi Kreatif RI (BEKRAF) bersama BPS di tahun 2016, mengungkap bahwa 1/3 dari pekerja di industri kreatif mengalami overwork, dengan jam kerja lebih dari 48 jam per minggu. Tingginya tekanan mental di dunia kerja ini membuat banyak pekerja mengalami stres, yang apabila tidak ditangani secara serius dapat berakhir menjadi depresi. Gangguan kejiwaan ini cukup serius, bahkan WHO memprediksikan bahwa depresi akan menjadi penyakit mematikan nomor dua, setelah penyakit kardiovaskular di tahun 2020. Jelas, bahwa kesehatan mental pekerja menjadi isu Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang harus disikapi dengan sangat serius.

Pengobatan Medis Fungsional, Tren Penanganan Kesehatan dengan Pendekatan Holistik dan Personal

“A falling leave may just be the symptom of problems at the trunk and root of a big tree.” Analogi ini kerap dikutip untuk menggambarkan definisi functional medicine,   pendekatan medis yang tidak hanya berhenti pada mengobati atau menghilangkan gejala penyakit yang muncul dan terlihat, tapi menelisik penyebabnya hingga jauh ke akar masalah.Redaktur Senior femina,, hadir di Amazing Thailand Health and Wellness Tourism Showcase 2017, di Bangkok, Thailand, dan bertemu para praktisi medis di bidang

Kolaborasi Dengan Teknologi Untuk Hasil Maksimal Pengobatan Medis Fungsional

Pencegahan menjadi bagian penting dalam pengobatan medis fungsional. Dalam hal ini, para praktisi kedokteran fungsional akan bekerja sama dengan laboratorium canggih. Salah satunya yang dilakukan oleh Femto Lab©, laboratorium DNA yang beroperasi di Bangkok, Thailand, yang dipimpin dan didirikan oleh Assoc. Prof. Dr. Klauipsorn P. Suddhibhaga. “Kita harus tahu dan mengenal DNA kita sebelum penyakit menyerang tubuh,” tegas Dr. Klauipsorn, yang selama bertahun-tahun aktif melakukan berbagai penelitian plasma DNA, sebuah upaya terobosan medis untuk mendeteksi kanker dengan pendekatan personal, yaitu DNA. Screening ini tidak hanya menjadi upaya preventif, tapi juga terapi bagi individu sehat maupun pasien kanker.

Sampai Kapan Menunggu Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual?

“Ketika Indonesia menyatakan diri sebagai negara bebas kekerasan, maka yang harus berlaku adalah zero tolerance terhadap praktik kekerasan,” ungkap Susi Handayani, Dewan Pengarah Nasional Forum Pengada Layanan (FPL) bagi perempuan korban kekerasan, pada kesempatan jumpa pers yang digelar oleh Komnas Perempuan, Kamis (26/10), di gedung DPR RI, Jakarta. Pernyataannya ini mengikuti keprihatinan bahwa besar angka statistik masih menjadi ukuran urgensitas penerbitan produk hukum Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual yang proses pengesahannya masih berjalan alot. Haruskah menunggu hingga ribuan bahkan puluhan ribu korban berjatuhan untuk menerbitkan produk hukum yang mampu memberikan jaminan perlindungan dan keadilan bagi korban dan pelaku kekerasan seksual di Indonesia?

Millennial dan Jebakan Hiperealitas di Media Sosial, Pantaskah Disebut Generasi Halu?

YOLO – you only live once – menjadi salah satu simbolisasi yang lekat dengan generasi millennial yang besar di era digital. Nikmati saat ini, esok punya kehidupannya sendiri. Namun, bicara soal pengeluaran alias belanja, sejauh apa spirit gaya hidup ini dipahami dan dijalani oleh para generasi millennial? Benarkah mereka lebih rela keluar uang, bahkan berutang, untuk traveling daripada mencicil untuk beli rumah atau apartemen? Lebih suka menyeruput kafein dengan harga berkali lipat di kedai-kedai kopi kekinian daripada berinvestasi?

Dunia Kerja Di Indonesia Sudahkah Terjadi Kesetaraan Antara Pria dan Wanita?

“Kesetaraan gender bukanlah soal ‘zero-sum game’,” ungkap Todd Lauchlan, satu dari dua male champion yang berbicara di talk show tentang kesetaraan gender di dunia kerja, Kamis (7/9) lalu di Ruang Forum Diskusi JLL Indonesia. Ucapannya cukup menarik, sebab dalam teori ekonomi, Zero-sum game adalah perhitungan matematis dari suatu situasi, di mana keuntungan dari satu pihak, mengakibatkan kerugian yang setimpal bagi pihak lain, demikian sebaliknya. Dengan kata lain, setiap kebijakan yang diberikan untuk mendorong tumbuhnya kesetaraan gender di dunia kerja tidak dilakukan dengan melukai pihak lain, atau dalam hal ini menjadi ancaman bagi para pekerja pria.

RUU PRT Menanti Waktu Disahkan untuk Perlindungan Nasib Pekerja Rumah Tangga Indonesia

Organisasi buruh internasional (ILO) mencatat bahwa ada sekitar 3 – 4 juta pekerja rumah tangga (PRT) di Indonesia, dengan jumlah terbesar di pulau Jawa. Pada kenyataan, angka ini bisa jadi jauh lebih besar. Sayangnya, angka statistik ini pun belum cukup meyakinkan pemerintah untuk secara serius menjamin penghargaan terhadap profesionalitas mereka dan melindungi mereka dari tindak kekerasan dan pelanggaran HAM.

Bukan Sekadar Influencer

Kampung digital menjadi lahan basah untuk menggaet konsumen-konsumen baru dengan cara kreatif. Seorang influencer menjadi sosok penting yang ikut mengangkat dan memberikan citra positif terhadap sebuah brand. Lebih dari sekadar memajang foto produk, kehadiran mereka punya dampak besar dalam menjaga kelanggengan sebuah brand di pasaran. Seperti apa tren ke depannya dan apa yang perlu dipahami, baik oleh influencer maupun pihak brand?
Load More Articles
Close